Pengertian Kartel dan Dampaknya ke Perekonomian

by -52 views
Pengertian Kartel dan Dampaknya ke Perekonomian
Pengertian Kartel dan Dampaknya ke Perekonomian

Belakangan ini KPPU dan Mahkamah Agung sedang gencar menindak perusahaan-perusahaan yang di anggap melakukan kartel. kartel sendiri dianggap merugikan untuk konsumen, namun banyak yang belum mengerti arti dari kartel itu sendiri dan dampaknya ke perekonomian dan kita sebagai konsumen.

Definisi kartel

Kartel merupakan istilah yang cukup dikenal di bidang ekonomi dan bidang hukum. Pengertian dari kartel itu sendiri adalah sebuah organisasi yang diciptakan melalui perjanjian formal antara sekelompok produsen barang atau jasa untuk mengatur pasokan dalam upaya untuk mengatur dan memanipulasi harga.

Padahal sejatinya pasokan barang tersebut masih sangat banyak dan juga harganya cukup murah. Contoh yang paling terkenal adalah OPEC yang mengendalikan harga minyak dunia.

Jenis-Jenis Kartel

kartel sendiri memiliki berbagai macam jenis, Jenis kartel ini lebih menekankan pada cakupan atau lingkup kerjasama yang menjadi poin utama kesepakatan diantara para produsen yang terlibat dalam kartel.
berikut beberapa jenis kartel tersebut.

1.Kartel Kondisi

Kartel jenis ini berfokus untuk membentuk syarat-syarat dan kondisi penjualan seperti apakah sebuah barang diberi diskon atau bonus, bisa dibeli dengan cash atau kredit.

2.Kartel Produksi

Pihak-Pihak yang terlibat jenis ini biasanya akan menetapkan produksi dengan kuota tertentu atau hanya memasok barang dengan jumlah tertentu saja. Gunanya agar pasokan barang tidak melimpah di pasaran, yang berimbas naik nya harga jual barang tersebut.

3.Kartel Daerah

Anggota kartel ini biasanya tidak boleh menjual produknya ke daerah kekuasaan kartel lain, kartel jenis ini akan membagi wilayah pemasaranya dengan perjanjian

4.Kartel Harga

disini para pihak-pihak kakan bersepakat untuk menetapkan harga agar meniadakan persaingan harga antara satu sama lain. Biasanya mereka akan menetapkan harga terendah, termasuk kesepakatan harga untuk musim penjualan (banting harga).

5.Kartel Pembagian Laba

Kartel jenis ini akan sepakat satu sama lain menentukan laba dari sebuah barang. Biasanya, pembagian laba diberikan ke pihak (anggota) sebagai bentuk kompensasi atas kesepakatan yang telah mereka setujui. Tujuannya untuk semakin memperkuat loyalitas di antara para anggota pelaku kartel.

Kartel dan KPPU

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) selaku lembaga independen dibentuk untuk mengawasi pelaksanaan UU No. 5 Tahun 1999. KPPU berwenang untuk melakukan pemeriksaan terhadap pelaku usaha yang diduga melakukan praktik kartel.

Jika ternyata hasil pemeriksaan dengan berdasarkan bukti yang ada menyatakan pelaku usaha melakukan praktik kartel, maka KPPU memiliki otoritas untuk menjatuhkan sanksi administratif kepada pelaku usaha yang melanggar undang-undang tersebut.

Nah tadi adalah penjelasan singkat mengenai kartel yang saat ini sedang hangat-hangatnya di Indonesia.
Praktik ini sendiri masih terjadi hingga saat ini, yang jelas sangat merugikan kita sebagai konsumen.

5/5 (2)

Silakan nilai berita ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *