Wajib Diketahui! Cara Merawat Bayi Kucing dengan Baik dan Benar

 
Bagikan artikel ini

Wajib diketahui! Cara merawat bayi kucing dengan baik dan benar. Cara merawat bayi kucing tidaklah seperti merawat kucing yang sudah dewasa. Pasalnya, bayi kucing masih teramat rapuh dan membutuhkan perawatan yang lebih intens dibandingkan dengan kucing dewasa. Bagi Kamu yang hendak merawat anak kucing baru lahir maka Kamu bisa mempelajari caranya terlebih dahulu.

Cara Merawat Bayi Kucing
Cara Merawat Bayi Kucing

Kenali Cara Merawat Bayi Kucing yang Baru Lahir

Kamu memelihara kucing di rumah? Maka tidak menutup kemungkinan bahwa suatu saat kucing Kamu bisa beranak-pinak jika dikawinkan dengan kucing lainnya.

Sebelum, Kamu belajar cara merawat bayi kucing maka persiapkan sejumlah peralatan, seperti tempat tidur, selimut hangat, susu kucing, peralatan untuk membersihkan anak kucing,  dan lain sebagainya. Berikut beberapa tips merawat kucing yang baru lahir.

Membuang Sisa Plasenta

Pastikan untuk membuang sisa-sisa plasenta menggunakan gunting yang telah disterilkan. Jangan lupa gunakan sarung tangan ketika mengguntingnya.

Jaga Kebersihan Lingkungan

Pastikan bahwa kebersihan lingkungan di sekitar kucing selalu terjaga dengan baik. Hal ini untuk menghindarkan kucing terkena penyakit kulit.

Hindari Makanan Padat

Kondisi pencernaannya yang belum sempurna membuat bayi kucing belum bisa makan makanan dengan tekstur padat. Kucing baru bisa diberikan makanan padat sejak usia delapan minggu.

Pegang dengan Lembut

Jangan memegang kucing dengan keras, sebaliknya peganglah kucing dengan penuh kelembutan agar kucing juga merasa nyaman dan aman

Pastikan Selalu Hangat

Ketika minggu pertama kehidupannya, kucing belum dapat menghangatkan dirinya sendiri sehingga Kamu harus memastikan tubuhnya dalam kondisi hangat dengan memberikan selimut atau dengan cara lainnya.

Beri Susu

Pastikan untuk memberikan susu formula khusus untuk bayi kucing.  Biasanya, susu formula ini bisa direkomendasikan oleh dokter hewan dan dapat dibeli langsung di petshop. Kamu bisa melakukan pemberian susu dengan menggunakan alat tetes mata atau botol susu.

Baca juga:  Cara Merawat Kucing Kampung Agar Bulunya Lebat! Terbukti Manjur!

Beri Stimulus agar Bisa BAB

Kamu bisa melakukannya dengan cara menggosok bagian perut dan anus kucing menggunakan kapas yang direndam air hangat.

Pastikan Kebersihannya

Selain membersihkan area mata, area tubuh lainnya juga wajib diperhatikan. Pastikan seluruh bagian kucing dalam kondisi bersih sehingga tidak memicu timbulnya penyakit kulit.

Penyapihan

Ketika di usia empat minggu, kucing sudah mulai bisa disapih. Mulailah dengan cara memberikan susu di mangkuk dan memperkenalkannya dengan makanan padat khusus kucing. Kurangi memberi susu dalam botol pada kucing untuk mempercepat proses penyapihan.

Itulah sejumlah cara merawat bayi kucing yang baru saja lahir dengan benar agar bayi kucing dapat bertahan hidup dengan baik.

Cara merawat bayi kucing
Cara merawat bayi kucing

Belajar Cara Merawat Bayi Kucing yang Ditinggalkan oleh Induknya

Terkadang, sering didapati bayi kucing yang ditinggalkan begitu saja oleh induknya. Tidak jarang ada yang berniat untuk merawatnya dan membawanya pulang untuk dipelihara. Namun, jangan sembarangan karena Kamu wajib tahu cara merawat bayi kucing dengan benar.

Mencarikan Induk Angkat

Sebelum memutuskan untuk merawatnya, Kamu harus benar-benar memastikan bahwa induknya memang sudah tidak ada. Setelah itu, cobalah untuk mencarikan indukan yang mau merawat bayi-bayi kucing itu. Tetap awasi ketika induk kucing sedang melakukan pengakraban dengan bayi kucing untuk menghindari bayi kucing dimakan.

Menjaga Tetap Hangat

Anak kucing yang masih bayi belum dapat menghangatkan dirinya sendiri karena belum memproduksi panas tubuh sehingga Kamu wajib melindunginya dari hawa dingin dengan menyimpannya di dalam kotak dan memberikannya selimut hangat. Pastikan kucing memiliki suhu berkisar antara 31-33 derajat Celcius.

Memberikan Susu

Memberi susu secara rutin setiap dua jam sekali sangat penting bagi kucing. Ketika menginjak usianya dua minggu maka Kamu bisa memberinya susu setiap empat jam sekali. Ketika memberi susu, pastikan bagian perut kucing turun untuk menghindari susu masuk ke bagian paru-parunya.  Setelah usia empat atau lima minggu ganti susu dengan makanan kucing.

Perhatikan Kebersihannya

Anak kucing banyak menghabiskan waktu untuk tidur sehingga bagian matanya sering tertutup oleh kotoran mata. Ketika dalam kondisi bangun, Kamu bisa membersihkan bagian mata dengan kapas yang telah dibasahi air hangat.

Melatih Buang Kotoran

Di usianya yang menginjak empat minggu, Kamu sudah bisa mengajarkan kucing untuk membuang kotoran pada tempatnya. Setelah makan, isi kotak khusus untuk buang air kucing dengan pasir sampai penuh. Ajarkan anak kucing untuk menggaruk pasir agar kotoran tertutupi.

Beri Rangsangan agar Kucing dapat BAB

Bayi kucing belum tahu caranya BAB sehingga perlu dirangsang agar bisa melakukannya. Caranya adalah dengan menggosok di bagian perut kucing dan anus kucing dengan selembut mungkin menggunakan kapas atau tisu.

Baca juga:  Mengenal Jenis Jenis Kucing Mixdome Menarik untuk Dipelihara

Latih Pergerakan

Ketika kucing sudah memasuki usia sekitar tiga minggu maka Kamu bisa melatih otot dan saraf anak kucing agar lebih aktif lagi. Ajaklah anak kucing bermain bola sehingga dia lebih lincah.

Berikan Perhatian

Berikan kasih sayang dan perhatian penuh kepada kucing agar kucing merasa nyaman dan setia kepada Kamu.

Mengenal Tahapan Pertumbuhan Kucing

Setelah belajar tentang cara merawat bayi kucing, Kamu juga harus mengenal tahapan pertumbuhannya agar tahu bagaimana kucing Kamu tumbuh dan berkembang dari waktu ke waktu. Berikut tahapan pertumbuhan kucing.

Minggu Pertama

Di minggu ini, kucing akan mulai meminum susu di waktu tiga hari pertama dalam hidupnya. Menyusu di awal-awal kehidupan sangat baik, karena menelan zat yang membuat daya tahan tubuhnya kebal. Ketika usianya lima hari, kucing akan mulai membuka matanya untuk pertama kali dan menyusul seminggu kemudian tali pusarnya terlepas. Di masa-masa ini berat badannya akan naik sekitar 10-30 gram per hari.

Dua Minggu

Anak-anak kucing akan mulai berusaha berdiri untuk pertama kalinya. Namun, kucing menghabiskan sekitar 90% waktunya untuk tidur. Di waktu ini juga, gigi susu akan mulai tumbuh dan tidak akan diganti oleh gigi dewasa hingga kucing berusia sekitar lima sampai tujuh bulan.

Empat Minggu

Ketika sudah berusia sekitar empat mingguan maka kucing sudah bisa diajak berjalan dan aktif bermain-main. Bahkan, kucing sudah bisa melakukan interaksi dengan saudara-saudaranya. Kucing ini mulai tertarik dengan makanan yang dimakan oleh induknya. Namun penting bagi Kamu memperhatikan asupannya, mulailah perkenalan dengan makanan yang mudah dikunyah dan dicerna oleh kucing.

Delapan Minggu

Saat-saat ini, kucing sudah berhenti menyusu dari induknya dan lebih fokus pada makanannya. Cobakan makanan secara bertahap agar tidak mempengaruhi pencernaannya. Pastikan kebutuhan akan energinya tercukupi.

Nantinya setelah belajar cara merawat bayi kucing dengan baik maka kucing akan tumbuh menjadi kucing dewasa yang menakjubkan. Kamu bisa menambahkan vitamin agar tumbuh-kembangnya lebih maksimal lagi.

Cara merawat bayi kucing
Cara merawat bayi kucing

Tanya Jawab Seputar Merawat Bayi Kucing

Terkadang ada banyak sekali pertanyaan yang ditemui seputar cara merawat bayi kucing yang dijumpai. Disini kami akan mengulas beberapa pertanyaan dan juga disiapkan jawabannya seperti berikut dibawah ini:

Bagaimana cara merawat bayi kucing yang baru lahir?

Apabila ditinggal oleh induknya, simak penjelasannya cara merawat bayi kucing yang baru lahir adalah dengan cara:
1. Mencarikan induk angkat untuk bayi anak kucing yang baru lahir
2. Pastikan juga agar anak kucing tetap dalam keadaan hangat
3. Memberikan susu kepadanya secara rutin
4. Berikan stimulasi pada anak kucing tersebut agar bisa BAB
5. Jangan lupa perhatikan kebersihan dari tubuh anak kucing
6. Melatihnya berjalan dan bergerak
7. Berikan kasih sayang dan perhatian yang lebih

Baca juga:  Kucing Russian Blue: Fakta, Ciri, Harga, dan 5 Cara Merawatnya

Ada tambahaan jika anak kucing tersebut sudah mulai besar yaitu:
1. Melatihnya agar dapat membuat kotoran sendiri di pasir
2. Berikan vaksin kucing secara rutin

Susu apa untuk bayi kucing?

Kamu tidak perlu bingung karena ada 3 alternatif susu untuk bayi kucing yang dapat dengan mudah kamu temukan. Diantaranya adalah:
1. ASI dari induk kucing lain
2. Growssy cat milk
3. Royal canin baby cat milk

Jika kamu kesulitan untuk menemukan ke tiga jenis diatas. Bisa menggantikannya menggunakan susu untuk manusia baik juga untuk bayi kucing seperti:
1. SGM LLM+
2. Susu beruang bear brand

Berapa kali sehari memberi susu pada bayi kucing?

Yang perlu diketahui berapa kali sehari memberi susu pada bayi kucing, bisa ikuti langkah dibawah ini:
1. Satu hingga tiga hari: 2,5 ml susu setiap dua jam
2. Empat hingga tujuh hari: 5 ml susu 10 – 12 kali dalam hari
3. Enam hingga 10 hari: 5 hingga 7,5 ml susu 10 kali dalam sehari
4. 11 hingga 14 hari: 10 hingga 12,5 ml susu setiap tiga jam
5. 15 hingga 21 hari : 10 ml susu delapan kali dalam sehari
6. 21 hari dan seterusnya: 7,5 hingga 25 ml, tiga hingga empat kali dalam sehari, sebagai tambahan memperkenalkan makanan padat.

Untuk caranya: Kamu bisa menyodorkan tetesan susu ke deket mulut bayi kucing. Indra penciumannya sangat kuat, kemungkinan besar dia akan mampu mencium aroma susu dan akan mendekatinya.

Bolehkah bayi kucing minum air putih?

Tentu saja boleh dan direkomendasikan. Jadi, memang sepatutnya kucing peliharaan tidak diberikan minuman lain selain air putih yang segar atau susu formula khusus untuk kucing. Pemberian susu khusus bayi kucing pun hanya perlu selagi kucing masih bayi dan perlu disapih. Setelah lepas masa sapih, sebaiknya bayi kucing diberi minum air putih saja.

Penutup

Bagaimana, sangat mudah bukan cara merawat bayi kucing yang baru saja lahir dengan tepat agar tidak salah dalam perawatannya yang bisa menyebabkan kematian pada bayi kucing. Pastikan Kamu sudah mengikutinya dengan benar supaya bayi kucing Kamu dapat tumbuh dengan baik.