6 Hobi Tak Biasa Para Miliarder di Dunia

by -23 views
hobi
Cessna 172 Skyhawk

New York – Hampir semua orang punya hobi yang spesifik, dimulai dari menggambar hingga mengoleksi benda klasik. Akan tetapi, bagi miliarder dengan uang yang banyak, kira-kira hal apa yang dapat dipertimbangkan untuk dijadikan hobi?

Berikut ada beberapa hobi tak biasa ala miliarder, yang kemungkinan salah satu hobi kita -walaupun berbeda kela.

Membawa jet pribadi

Terbang dan mengendarai pesawat adalah angan-angan banyak orang sejak kecil, dan sebagian besar dari mereka mencapainya dengan berprofesi pilot. Kita bukan berbicara profesi di sini, namun tentang harta.

Miliarder yang hobi terbang biasanya mempunyai Private Pilot License (PPL) yang bernilai USD 10 ribu atau kurang lebih Rp 141,3 juta. Mereka yang sudah punya izin umumnya akan ‘terbang’ menggunakan pesawat model klasik seperti Cessna 172 Skyhawk. Dengan selera yang khas, para miliarder senang jika mampu bepergian mengemudikan pesawat sendirian.

Berburu

Seperti yang diketahui, berburu tidak jauh berbeda dari hobi biasanya. Jika orang-orang desa berburu untuk mencari bahan makanan, lain dari miliarder yang berburu untuk meningkatkan keahlian menembak dan tentunya, untuk memperlihatkan seberapa kaya dirinya.

Berburu ala miliarder menghabiskan dana yang tidak sedikit, mulai dari senjata yang digunakan hingga negara tujuan berburu. Biasanya, para miliarder akan berburu di daerah eksentrik seperti Afrika.

Naik kuda

Anda pernah naik kuda? Mungkin kesempatan kita naik kuda hanya sebatas di peternakan dalam rangka tur dan berwisata. Para miliarder pun hobi naik kuda, Tidak jauh berbeda dengan kita.

Perbedaannya adalah mereka memiliki kuda tersebut. Selaku memeliharanya. Kemudian mereka akan mengelilingi ladang berkuda berpuluh-puluh hektare kepunyaan mereka lengkap beserta pakaian pelindung. Tak sedikit miliarder juga mengikuti kompetisi berkuda.

Membuat wine

Apakah Anda hobi minum soda, coklat, kopi dan lainnya? Para miliarder pun juga mempunyai hobi minum dan meracik minumannya sendiri. Bukan, bukan membuat coklat atau kopi. Akan tetapi membuat wine dari anggur.

Minuman anggur sedikitnya memerlukan anggur segar dari perkebunan anggur serta teknik pembuatan minuman anggur yang baik dilengkapi dengan memakai mesin yang berkelas. Minuman anggur yang sudah jadi harus segera difermentasi untuk menghasilkan kualitas yang baik. Semakin lama anggur tersebut difermentasi, semakin baik mutunya.

Bosan hanya meminumnya langsung dari botol, para miliarder berfikir untuk membeli ladang anggur dan membuat perkebunan sendiri. Harga 1 botol minuman anggur yang difermentasi dalam kurun waktu lama bisa berharga ratusan hingga jutaan dolar.

Mereka berharap ke depannya, minuman anggur mereka akan bermutu dan berharga mahal.

Memiliki koleksi

Seperti yang sudah kita ketahui, memiliki koleksi terdengar seperti hobi yang bisa kita ikuti. Kita dapat mengoleksi jam tangan, guci, gundam dan lainnya.

Lainnya, koleksi para miliarder kira-kira akan terdengar lebih glamor. Sebut saja mobil klasik dan berlian. Atau lukisan antik seharga ratusan juta dolar. Bisa juga mungkin koleksi ladang mewah di pedesaan, rumah liburan di berbagai negara dan puluhan yacht. Itu semua yang mereka sebut koleksi.

Bersedekah

Sebenarnya, banyak dari kita yang juga senang bersedekah meskipun bukan miliarder. Kita berdonasi dalam jumlah yang lumrah.

Berbeda dengan kita, para miliarder menyatakan berdonasi sudah merupakan bagian dari hobi mereka, bahkantambahan pula studi menyatakan bahwa lebih dari 50 persen miliarder di dunia mendonasikan harta mereka untuk kepentingan sosial.

Latar belakang dibalik perilaku dermawan ini bervariasi, mulai dari gerak hati dengan suatu kisah, menuai empati yang kuat hingga menjadi ajang untuk saling pamer harta.

Terlepas dari itu semua, harta yang mereka donasikan tentu sangat berguna untuk orang-orang yang membutuhkan dan pastinya, butuh uang yang banyak untuk berdonasi dengan frekuensi yang sering.

Belum ada rating.

Silakan nilai berita ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *