Perbedaan Kloset Jongkok dan Kloset Duduk

by -10 views
Kloset Jongkok vs Kloset Duduk
Kloset Jongkok vs Kloset Duduk

Kloset jongkok dan kloset duduk adalah dua jenis kloset yang umum digunakan. Faktanya, jenis kloset bukan hanya berpengaruh pada posisi buang air besar saja tetapi juga kesehatan serta kelancaran saat buang air besar.

Dari segi estetika, kloset duduk memiliki model dan desain yang lebih modern dan mewah. Karena posisinya kloset jenis ini juga dianggap lebih nyaman untuk digunakan oleh lansia, wanita yang hamil besar, atau penderita sendi lutut.

Walaupun harga kloset duduk cenderung lebih mahal dibandingkan kloset jongkok tetapi menggunakan toilet duduk pun bukan berarti lebih sehat dibandingkan kloset jongkok.

Berdasarkan penelitian, buang air besar menggunakan kloset duduk membutuhkan waktu yang lebih lama dan tenaga yang lebih besar jika dibandingkan dengan toilet jongkok. Faktanya terlalu keras mengedan saat buang air besar atau duduk terlalu lama di toilet duduk dapat meningkatkan risiko sejumlah penyakit misalnya wasir dan sembelit.

Bukan hanya itu, penggunaan kloset dudukpun dapat meningkatkan risiko seseorang terjangkit penyakit seperti diare, flu, hingga infeksi kulit. Masalah ini disebabkan toilet duduk mengharuskan bersentuhan langsung dengan permukaan dudukan kloset yang rentan menjadi sarang bakteri, misalnya E.Colli dan Shigella, atau virus hepatitis A dan norovirus yang menyebabkan diare.

Berbeda dengan kloset duduk, buang air besar menggunakan kloset jongkok memiliki banyak kelebihan dari segi kesehatan. Sejumlah penelitian dan kajian medis menyebut, posisi jongkok saat buang air besar lebih efektf melancarkan prosesnya. Ini berkaitan erat dengan kinerja otot dan postur tubuh yang mendukung proses buang air besar.

Dengan posisi jongkok memiliki fungsi mengoptimalkan ruang pembuangan tinja di anus sekaligus membuat otot di anus dan usus besar lebih lentur sehingga buang air besar pun menjadi lebih mudah serta membantu memaksimalkan pengeluaran tinja.

Sebaliknya pada posisi duduk, otot saluran cerna akan menekan rektum serta menyempitkan saluran dubur. Hal ini menghambat kelancaran buang air besar dan keluarnya tinja secara maksimal.

Penelitian lain menyebut, buang air besar menggunakan kloset jongkok atau dengan posisi jongkok dapat membantu menjaga pergerakan usus, sehingga mencegah berbagai penyakit misalnya sembelit dan wasir.

Tetapi Kloset duduk pun ada kelemahan diantaranya

  • Tampilannya kuno.
  • Kurang nyaman digunakan karena jongkok saat buang air besar dapat menyebabkan keluhan nyeri pada tumit dan paha.
  • Tidak cocok digunakan oleh orang yang mengalami gangguan pada pergelangan kaki, misalnya penderita radang sendi, keseleo, patah tulang, hingga tendonitis.
5/5 (2)

Silakan nilai berita ini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *