Sejarah dibalik Kelucuan dari Jenis Kucing Persia

Diposting pada 43 views
Bagikan artikel ini

Jenis Kucing Persia, umumnya dikenal dalam 4 macam. Namun, seiring perkembangan ilmu genetika dalam dunia hewan, banyak sekali jenis baru yang bermunculan sebagai hasil dari persilangan antara kedua spesies. Kucing Persia asli, memang dikenal memiliki kekuatan tubuh yang lemah dibandingkan dengan jenis kucing lainnya. Hal inilah yang mendorong para ilmuwan untuk melakukan uji coba persilangan terhadap jenis Persia.

Jenis Kucing Persia
Jenis Kucing Persia

Asal Usul Kucing Persia

Cerita mengenai asal usul kucing Persia, berawal dari penelusuran keberadaan nama jenis kucing ini sendiri. Persia adalah suku yang mendiami salah satu wilayah yang berada di negara Iran. Tepatnya, dahulu dikenal dengan dataran Mesopotamia yang kemudian berubah menjadi negara Iran. Sejak saat itu, banyak ahli arkeolog yang meneliti daerah tersebut untuk mencari tahu asal usul dari kehadiran kucing berbulu lebat (jenis kucing Persia). Pada akhirnya, ditemukan sebuah ukiran gambar yang menunjukkan bahwa nenek moyang dari kucing ini, dibawa ke negara Itali di tahun 1620.

Perpindahan atau imigrasi kucing tersebut, dilakukan oleh seorang bangsawan bernama Pietro Della Valle. Beliau membawa jenis kucing Persia dari daerah Khoransa yang merupakan wilayah negara Iran ke tempat tinggal dirinya di Italia. Hal inilah yang memicu terjadinya persebaran spesies Persia di belahan benua Eropa. Setelah dilakukan beberapa riset, ditemukan adanya perubahan gen yang terjadi di dalam tubuh kucing jenis Persia. Bila dibandingkan dengan masa lalu yang gen kucingnya kuat menyiratkan daerah Persia, kini lebih mengarah ke genetik dari negara Eropa di bagian barat.

Lalu, di tahun 1871, ada perubahan besar yang terjadi di negara Inggris. Pertama kalinya dan satu-satunya tempat pada kala itu yang menampilkan pertunjukan hewan kucing. Pertunjukan tersebut berlangsung di the Crystal Palace yang membuat ketenaran dari jenis kucing Persia kian meningkat tajam. Bahkan, keluarga kerajaan juga tertarik dengan jenis kucing satu ini. Sang ratu sendirilah yang memutuskan untuk memilih kucing jenis Persia sebagai salah satu hewan peliharaan di dalam kerajaannya. Saat itu, yang menjabat sebagai posisi ratu, bernama Victoria.

Selanjutnya, bergerak ke tahun 1889, seseorang bernama Harrison Weir sebagai kepala penanggung jawab acara pertunjukan kucing, menetapkan sebuah standar baru. Siapapun warga negara Inggris yang berniat mengikut sertakan hewan peliharaannya ke dalam kontes tersebut, tidak boleh menggunakan jenis kucing angora. Namun, karena minimnya ilmu pengetahuan terkait keragaman jenis kucing, maka seringkali masyarakat mengira bahwa kucing dengan jenis Persia adalah kucing angora.

Akibat dari peraturan tersebut, seorang penulis bernama Dorothy Bevill Champion, menerbitkan buku dengan judul everybody’s cat book yang menjelaskan perbedaan antara kucing jenis Persia dengan kucing berjenis angora. Padahal, dirinya sendiri bukan seorang ahli genetik yang telah melakukan riset sebelumnya. Dia menjelaskan melalui karakteristik fisik yang terlihat dari kedua jenis kucing tersebut. Pada akhirnya, standar yang berlaku mengacu pada isi buku Dorothy. Sehingga, banyak masyarakat pemilik jenis kucing Persia dapat ikut serta ke dalam kontes.

Nama kucing yang mendapatkan gelar juara di awal kisaran tahun 1900an, dikenal dengan nama Fulmer Zaida. Potretnya diabadikan dan disebarluaskan ke seluruh penjuru negara Inggris. Ciri fisik yang terlihat dari foto yang ada, Fulmer terlihat memiliki raut wajah yang tegas, batang hidung yang tidak terlalu pesek serta wajah yang tidak terlalu lebar. Namun, sekujur tubuhnya sampai dengan ke bagian ekornya diselimuti oleh bulu yang sangat lebat. Sorot matanya juga sangat tegas karena bentuk dari matanya sendiri yang tidak terlalu bulat. Kemungkinan besar, Fulmer merupakan salah satu jenis kucing Persia yang telah mengalami mutasi gen akibat dari perkawinan silang diantara dua spesies kucing.

Jenis Kucing Persia dan Ciri-cirinya

 Seiring dengan perkembangan zaman, maka keberadaan hewan kucing semakin banyak jenisnya. Namun, untuk kalian yang ingin memelihara jenis kucing Persia asli, sebaiknya kenali terlebih dahulu beberapa ciri khas yang dimilikinya. Tapi, kali ini juga akan dibahas mengenai beberapa jenis kucing Persia dan ciri-cirinya. Check this out!

Kucing Persia asli

Mengapa dinamakan dengan jenis kucing Persia asli? Karena di zaman sekarang, sulit sekali menemukan kucing yang masih murni membawa gen dari daerah asalnya Persia. Karakteristik fisik yang dimilikinya, terlihat dari bentuk tubuhnya yang gemuk, kaki yang pendek dengan ukuran besar ataupun sedang, serta matanya yang berbentuk bulat penuh dengan batang hidung yang kecil seakan-akan posisi hidungnya terdorong ke arah dalam wajah.

Kupingnya juga berbentuk bulat kecil dengan jarak yang saling berjauhan antara bagian kiri dan kanannya. Memiliki ekor yang pendek sesuai dengan proporsi tubuh, serta bentuk kepala yang bulat semakin menambah daya tarik dari kucing asal Persia ini. Mulai dari dahi , hidung, sampai dengan ke bagian mulutnya, berada dalam satu garis sejajar dalam posisi vertikal.

Kucing Persia flatnose

Kucing Persia ini dikenal memiliki hidung yang sangat sensitif akibat batang hidungnya yang pendek. Jenis kucing ini termasuk ke dalam kucing yang mudah mengalami gangguan pernafasan. Kalau kalian kira memelihara kucing cukup dengan memberinya makan dan menyuntikkan vaksin saja, Anda salah besar. Pemilik kucing jenis ini, harus terbiasa dengan lingkungan yang bersih. Kalian harus rajin mengecek suhu ruangan serta kemungkinan debu yang masih menempel di sekitar tempat tidur kucing.

Kucing Persia medium

Ciri khas dari jenis kucing medium, terletak pada bagian batang hidung yang nanggung. Buat kalian yang tidak terlalu senang membersihkan rumah, pilihan jenis ini sangat cocok dengan kepribadian Anda. Kucing Persia medium dapat dengan mudah bernafas melalui hidungnya tanpa terhalang oleh kumis ataupun bulu yang ada di wajahnya. Selain itu, diperkirakan biaya yang akan kalian keluarkan selama mengurus kucing ini, tidak sebanyak dibandingkan dengan merawat kucing Persia flatnose.

Kucing Persia Himalaya

Kali ini, kalian dapat dengan mudah menebak bahwa jenis satu ini merupakan hasil dari perubahan genetik yang dihasilkan dari perkawinan antara dua jenis kucing yang familinya tidak terlalu jauh. Ya, spesies Persia dengan spesies siam. Keberadaan gen yang mengalir di dalam tubuh jenis kucing Himalaya, membangunkan kembali hasrat kucing Persia dalam berburu yang telah lama terpendam.

Kucing Persia, terkenal dengan tingkat kemalasannya yang tinggi dan tidak ada niatan untuk melakukan penyerangan terhadap tikus. Padahal, tikus umumnya dijadikan sebagai makanan utama oleh para kucing liar. Banyak juga masyarakat yang sengaja memelihara kucing dengan maksud agar tikus yang berkeliaran di rumahnya dapat segera hilang. Ya, meskipun tidak disarankan juga kucing Anda bergantung makanannya dari keberadaan tikus, tapi sangat disayangkan saja jika tidak menunjukkan sifat asli dari kucing. Sifat yang dimaksud adalah tikus dapat dengan mudah merasa takut jika melihat kucing di hadapannya.

Itulah cerita kali ini mengenai misteri yang tersimpan di balik jenis kucing Persia. Semoga bermanfaat dan sampai jumpa lagi. Dadah…