Kenapa Kucing Muntah? Berikut Penyebab dan Cara Mengatasinya

Diposting pada 28 views
Bagikan artikel ini

Walaupun tidak selalu terjadi, muntah kuning adalah masalah kesehatan yang umum terjadi pada kucing. Pecinta kucing pasti sudah tidak asing lagi dengan masalah ini. Walaupun sebagian kasus muntah pada kucing tidak selalu mengindikasikan kondisi berbahaya, tetap saja gejala tersebut adalah tanda kucing mengalami masalah di tubuhnya sehingga harus cepat diatasi. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mencari sebab kenapa kucing muntah.

Kenapa Kucing Muntah
Kenapa Kucing Muntah

Penyebab kenapa kucing muntah kuning

Banyak sekali faktor yang menyebabkan kucing muntah kuning mulai dari makanan yang dikonsumsi hingga infeksi virus. Mengetahui kenapa kucing muntah sangat penting agar kita dapat mencari cara yang tepat untuk menghentikan muntah tersebut.

Keracunan makanan

Penyebab kucing muntah kuning yang paling sering adalah keracunan makanan. Walaupun pemilik sudah menyediakan makanan sesuai jadwal makan, tetap saja kucing adalah hewan yang mempunyai insting untuk berburu makanan sendiri. Ia bisa saja melihat makanan yang tercecer di lantai dan memakannya. Padahal makanan tersebut mungkin tidak cocok untuk kucing.

Virus Panleukopina

Selain makanan, virus Panleukopina juga dapat menyebabkan kucing muntah kuning. Virus yang meyerang radang dan saluran pencernaan ini tergolong mematikan. Bahkan, salah satu penyebab kematian pada kucing tertinggi adalah karena paparan virus Panleukopina. Berita buruknya adalah virus Panleukopina termasuk virus menular sehingga membahayakan kucing lain di sekitarnya.

Kehamilan

Kucing yang sedang hamil seringkali mengalami muntah berwarna kuning. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya hormon estrogen pada kucing saat hamil. Morning sickness atau mual dan muntah saat hamil, adalah hal yang umum bagi kucing walaupun tidak semua kucing mengalaminya. Jadi, Kamu tidak perlu khawatir jika kucing Kamu yang sedang hamil mengalami muntah.

Kenapa Kucing Muntah
Kenapa Kucing Muntah

Cara mengobati kucing muntah secara alami

Saat mendapati kucing muntah, sebaiknya jangan langsung panik. Pertama, cari tahu kemungkinan penyebab kucing muntah dan coba beberapa cara di bawah ini untuk menghentikan muntah berkelanjutan.

Berikan oralit

Sama seperti pada manusia, oralit berfungsi pada kucing untuk mencegah dehidrasi. Obat oralit yang digunakan untuk kucing, dijual di pet shop, tetapi sesungguhnya, obat ini cukup gampang untuk dibuat sendiri. Bahan-bahan yang dibutuhkan adalah gula dan garam dengan perbandingan 2:1, dilarutkan dalam 150cc air hangat. Gunakan pipet untuk memberikannya pada kucing.

Stop beri makan kucing makan dan minum

Beberapa orang berfikir bahwa kucing akan lemas dan kehabisan energi akibat memuntahkan makanan dan cairan dari dalam lambung. Padahal kucing dapat bertahan tanpa makan dan minum hingga 1 minggu bahkan lebih. Memberi makan kucing saat masih muntah adalah tindakan percuma karena akan memicu muntah lebih lanjut.

Sebaiknya tunggu hingga 12 – 24 jam. Jika kucing sudah tidak menunjukkan gejala muntah lagi, coba berikan sedikit makanan saja. Apabila kucing tidak memuntahkannya, besar kemungkinan kucing Kamu sudah sembuh. Namun jika masih muntah, berarti masalah masih berlangsung. Lagipula kucing yang sedang muntah biasanya tidak nafsu makan, jadi akan sulit untuk menawarinya makan.

Jika kucing masih muntah dan tidak nafsu makan hingga 3 hari, sudah saatnya Kamu membawanya ke dokter herwan. Muntah yang berlangsung terus-menerus disertai hilangnya nafsu makan mengindikasikan masalah kesehatan yang serius. Apabila belum sempat ke dokter, Kamu bisa membeli obat kucing muntah kuning tidak nafsu makan dari pet shop.

Berikan teh peppermint

Peppermint dipercaya cukup manjur untuk meredakan mual dan muntah pada kucing. Cara membuatnya pun sangat mudah. Cukup seduh daun peppermint dengan secangkir air hangat dan berikan pada kucing menggunakan pipet. Selain peppermint, bahan herbal lain yang berkhasiat sama adalah jahe dan petroleum jelly. 

Kapan membawa kucing muntah ke dokter?

Apabila dalam beberapa hari kondisi kucing tetap tidak berubah dan bahkan memburuk walaupun sudah diberikan obat anti muntah dari pet shop, segera bawa kucing Kamu ke dokter hewan. Berikut ini adalah tanda-tanda lain yang mengindikasikan si kucing harus segera ditangani dokter.

Muntah bulu rambut

Kondisi ini dikenal dengan istilah hairball. Sebenarnya normal bagi kucing, terutama yang memiliki bulu panjang, untuk muntah bulu 2 hingga 3 kali dalam sebulan. Justru hal ini bagus karena hairball membantu membersihkan lambung dari bulu yang tertelan sehingga tidak mengganggu pencernaan. Yang menjadi masalah adalah jika hal ini terjadi sangat sering. Membawa kucing Kamu ke klinik adalah hal tepat sehingga dokter bisa memberi suplemen anti hairball yang sesuai.

Nafsu makan berubah

Pada saat muntah, sangat wajar jika kucing menjadi tidak nafsu makan atau bahkan tidak mau makan sama sekali. Yang harus diwaspadai adalah jika hal ini berlangsung dalam waktu yang lama hingga beberapa hari bahkan lebih dari seminggu.

Perubahan berat badan

Kamu perlu waspada jika kebiasaan baru kucing muntah dibarengi dengan perubahan berat badan secara signifikan. Hal ini berlaku untuk naiknya berat badan kucing secara drastis atau malah turun. Beberapa penyakit kucing yang menyebabkan turun berat badan antara lain penyakit hati, ginjal hipertiroidisme, dan diabetes. Selain berbagai penyakit serius tersebut, penurunan berat badan dapat terjadi karena kekurangan nutrisi.

Walaupun kucing gemuk lebih disukai karena terlihat lucu, belum tentu kucing gemuk selalu sehat. Jika kenaikan berat badan tidak terkontrol, kucing dapat mengalami obesitas. Oleh karena itu, selalu kontrol berat badan kucing Kamu. Jika sudah terkena obesitas, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter.

Muntah disertai masalah buang air

Saat muntah, ada kemungkinan kucing juga mengalami masalah buang air atau diare. Diare atau mencret pada kucing hampir sama seperti pada manusia. Frekuensi buang air menjadi lebih sering dan feses lebih cair. Jika pada manusia, diare akut biasanya sembuh sendiri setelah 3 hari, pada kucing, masalah ini dapat berlangsung hingga beberapa hari hingga beberapa minggu.  

Pertolongan pertama dapat dilakukan dengan cara memberi oralit, memberi multivitamin, dan mengganti makanan kucing. Apabila masih tidak membuahkan hasil, membawa kucing ke klinik adalah jalan yang paling tepat.

Muntah disertai perubahan perilaku

Perubahan perilaku pada kucing dapat menjadi sebuah tanda kucing mengalami masalah kesehatan, apalagi jika ia sering muntah. Contoh perubahan perilaku misalnya kucing yang tadinya aktif menjadi sering bermalas-malasan, jarang berlari, dan bahkan lebih sering tidur.

Contoh perubahan perilaku yang sering terjadi antara lain kecing sembarangan, mengeong berlebihan, grooming berlebihan, dan menjadi agresif terhadap hewan lain atau orang lain bahkan terhadap pemiliknya. Perubahan ini dapat juga merupakan gejala stres.

Penutup

Demikianlah beberapa sebab kenapa kucing muntah. Beberapa kondisi bukan merupakan kondisi serius dan biasanya dapat membaik setelah beberapa hari, misalnya pada kasus kucing salah makan atau hamil. Namun, tetap saja kita tidak boleh lengah. Selalu pantau kondisi kucing saat mengalami muntah. Selain itu, perhatikan gejala-jejala lain yang menyertai.