Sifat dan Karakter Kucing Hutan Jawa yang Wajib Diketahui!

  106 views
Bagikan artikel ini

Kucing merupakan salah satu hewan yang menggemaskan untuk dipelihara. Tak ayal banyak orang memilihnya untuk dipelihara di kediaman. Namun tahukah kamu bahwa ada beberapa jenis kucing tidak bisa untuk dijadikan peliharaan. Salah satunya ialah kucing hutan Jawa yang mana merupakan satwa liar. Sifatnya yang agresif dan ganas menjadikan kucing jenis ini akan berbahaya untuk manusia. Lagi pula satwa ini tergolong langka serta kini dilindungi oleh pemerintah.

Kucing Hutan Jawa
Kucing Hutan Jawa

Sejarah Dari Kucing Hutan Jawa

Penamaan kucing hutan mengacu kepada satwa liar ini yang hidup di dalam hutan. Meskipun kadang kala ditemui pula kucing hutan Jawa yang berada di lahan masyarakat. Umumnya hal itu bisa disebabkan dari tempat tinggal asli kucing liar ini yang mungkin telah dirusak. Kucing ini gemar berlindung di tempat-tempat tersembunyi di alam bebas seperti di sela bebatuan besar, ataupun di sela akar pepohonan.

Lalu apa bedanya kucing rumahan dengan kucing hutan? Bila dilihat secara sekilas mungkin tidak terlihat berbeda. Meski begitu ukuran kucing hutan lebih terlihat sedikit besar dibanding kucing domestik. Selain itu corak dari pada kucing hutan lebih terlihat khas dengan totol-totol layaknya macan tutul. Gambaran perbedaan memang terlihat dari warna serta coraknya tersebut.

Sayangnya di pulau Jawa itu sendiri populasi kucing hutan mulai berkurang drastis dari tahun ke tahun. Rusaknya alam tempat tinggalnya menjadi alasan utama populasi mulai menurun. Selain itu perburuan liar juga menjadi penghambat tumbuh kembangnya. Beberapa oknum tidak bertanggung jawab memilih menangkapnya di hutan untuk diperjualbelikan ataupun dipelihara. Karakter kucing yang galak nyatanya tidak menyurutkan beberapa orang untuk memelihara.

Baca juga:  Harga Kucing Caracal beserta Fakta dan Ciri-cirinya

Demi mencegah terus berkurangnya populasi kucing hutan Jawa untungnya pemerintah telah menetapkan perlindungan. Semua jenis kucing hutan kini telah termasuk ke dalam kategori hewan yang di lindungi. Jadi kamu tidak bisa sembarangan untuk menjadikannya sebagai hewan peliharaan. Bila memelihara tanpa izin dari pemerintah maka bukan tak mungkin akan segera tertangkap dan di jebloskan di penjara. Langkah demikian sudah sangat tepat dengan tujuan agar populasi kucing yang memiliki corak istimewa ini tidak cepat punah.

Sifat dan Karakter Kucing Hutan Jawa

Kucing hutan Jawa merupakan satwa liar yang memiliki habitat asli di tengah hutan. Beberapa tempat juga menjadi kesukaannya hidup seperti di sawah, atau bahkan di tengah ladang masyarakat. Kucing hutan memiliki ciri pada bagian corak bulu yang terbilang indah. Totol-totol pada bulu menjadi daya tarik beberapa oknum untuk memburu dan memeliharanya terlepas dari fakta bahwa hewan ini termasuk dalam kategori satwa dilindungi.

Liar

Perlu kamu tahu bahwa kucing hutan tidaklah cocok untuk dipelihara. Sebab karakter dari kucing jenis ini amat berbanding terbalik dengan kucing domestik. Bila kucing rumahan mudah untuk menurut berbeda dengan kucing hutan Jawa. Jenis kucing itu memiliki karakter yang terbilang liar dan ganas. Cat lovers tak akan mudah mampu untuk mengendalikan sifat alaminya. Kucing hutan tidak hanya menyerang untuk berburu mangsa melainkan itu merupakan karakter alami dalam menghadapi sesuatu.

Agresif

Dilihat dari beberapa bagian tubuhnya saja sebetulnya sudah terlihat karakter dan sifat dari kucing hutan. Memiliki badan yang berukuran sedikit lebih besar dengan struktur kaki ideal untuk berlari membuatnya begitu agresif di alam liar. Kecepatan larinya begitu ganas dengan mampu menangkap mangsa dengan cepat, memanjat pohon dan bahkan berenang di sungai. Dengan sifat dan karakter alami demikian membuat kamu sebaiknya mengurungkan niat untuk memelihara hewan dilindungi ini.

Baca juga:  Kucing Burmilla: Sejarah, Ciri, Cara Merawat, dan Harga

Nokturnal

Karakter lain yang menjadi ciri khas dari kucing hutan Jawa ialah hewan ini masuk dalam kategori nokturnal. Artinya kucing liar ini lebih aktif pada malam hari. Penglihatan yang tajam membuatnya begitu buas untuk berburu mangsa pada tengah malam. Beberapa makanan yang digemari kucing ini di hutan antara lain ayam, tikus dan burung. Kucing ini juga kerap datang di pemukiman penduduk secara sembunyi-sembunyi untuk mendapatkan mangsa.

Kucing Hutan Jawa

Bagaimana Cara Merawat Kucing Hutan Jawa

Memiliki surat izin

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya bahwa kucing hutan merupakan satwa yang mulai berkurang populasinya. Maka dari itu pemerintah menetapkannya sebagai hewan yang dilindungi. Bagi Cat lovers yang tetap ingin memelihara sebaiknya mengurus terlebih dahulu perihal perizinan. Dari pada kamu ditangkap lebih baik mengurusi surat perizinan terkait dengan pemeliharaan satwa liar. Langkah ini dilakukan agar nantinya lebih tenang dan nyaman dalam memelihara.

Memelihara sejak kecil

Sifat dan karakter alami kucing hutan Jawa sangatlah liar dan ganas. Tak ayal pada usia dewasa akan sangat sulit untuk kamu mengontrol sifat bawaan tersebut. Mencegah kemungkinan buruk bila merawat yang sudah berusia dewasa maka ada baiknya memilih yang masih kecil. Memelihara sejak kecil memberikan kemudahan seperti sang hewan terbiasa bertemu dengan manusia.

Pelihara yang sudah terlatih

Langkah ini dapat Cat lovers ambil untuk yang tetap ingin memelihara si kucing hutan di usia dewasa. Satwa yang telah terlatih jelas sudah terbiasa tumbuh dan berkembang dengan manusia. Hal itu membuat sifatnya yang liar dan ganas tidak lagi menonjol. Hewan pun telah jinak serta mudah menurut. Dengan begitu tidak perlu lagi bersusah-susah memberikan pelatihan.

Baca juga:  Kucing Ocicat: Sejarah, Ciri Khas dan Cara Merawat Kucing ini

Pemberian pakan

Untuk menjadi pemelihara yang baik maka dalam pemberian pakan harus betul diperhatikan. Apalagi kucing hutan Jawa memiliki selera makan yang tinggi terhadap berbagai jenis daging. Jadi kamu tidak bisa memberinya pakan makan seperti yang diberikan kepada kucing domestik. Mau tidak mau persiapkan daging bersih untuk makanannya sehari-hari. Jika ingin melatih dalam soal makanan maka perlu langkah yang bertahap dalam pencampuran makanan kemasan.

Kontrol kesehatan

Kontrol kesehatan kucing hutan Jawa juga merupakan sesuatu yang perlu dilakukan. Cat lovers harus rajin setidaknya beberapa bulan sekali untuk mengontrol kesehatan ke petshop terdekat. Meskipun tergolong kucing liar bukan berarti daya tahan badannya akan kuat. Kesalahan makan pun dapat mempengaruhi kesehatan serta tumbuh kembangnya. Jangan lupa pula pemberian vaksin dan kebersihan kandang harus tetap terjaga.

Menyiapkan tempat khusus

Kucing hutan memiliki karakter sebagai hewan nokturnal. Untuk itu kamu harus menyiapkan tempat khusus demi mencegah beberapa kemungkinan yang tidak diinginkan. Artinya pada malam hari sebaiknya Cat lovers menaruh kucing di tempat tertentu yang aman. Langkah ini menjadi pencegahan untuk keaktifannya pada malam hari.

Itu dia beberapa penjelasan mengenai kucing hutan Jawa. Satwa liar ini sebetulnya merupakan hewan yang dilindungi mengingat populasinya yang semakin terancam. Untuk itu bila ingin memelihara maka dibutuhkan perizinan khusus dari pemerintah sebagai penetapan kamu layak untuk memelihara atau tidak. Jika Cat lovers memang diberikan izin atau sudah di izinkan untuk memelihara maka sebaiknya untuk mengurus dengan baik sebagai langkah agar hewan ini tidak cepat punah.