Kucing Liar Eropa! Sejarah, Karakteristik, dan Ciri-cirinya

 
Bagikan artikel ini

Kucing liar Eropa, memiliki nama latin Felis Silvestris. Termasuk dalam spesies kucing liar dengan ukuran kecil. Untuk habitat asalnya dari benua Eropa, Turki, Kaukasus, dan Skotlandia.

Habitat kucing ini di hutan-hutan mulai semenanjung Iberia, Eropa Tengah, Italia, dan Eropa Timur, sampai dengan Kaukasus. Sementara itu di Wales dan Inggris, kucing ini sudah tidak ada. Di Italia dan Prancis, kucing ini biasanya sangat aktif pada waktu malam hari. Terkadang juga aktif saat siang hari ketika tak terganggu oleh aktivitas manusia.

Kucing Liar Eropa
Kucing Liar Eropa

Diperkirakan kalau kucing liar Eropa ini merupakan bagian garis keturunan evolusi yang menyimpang secara genetik. Menyimpang dari nenek moyang kucing ini (Spesies Felis) 1,62 hingga 0,59 Juta tahun lalu. Di mana didapatkan dari analisis DNA intinya.

Hasil yang ditunjukkan dari analisis DNA Mitokondria menunjukkan kalau terdapat perbedaan dari genetik spesies Felis 4,14 – 0,02 juta tahun lalu.

Disepakati jika kucing hutan dengan nama latin F. Chaus, adalah penyimpangan dari spesies Felis yang pertama. Kemudian penyimpangan berikutnya pada kucing berkaki hitam, nama latin F. nigripes. Dilanjutkan kucing pasir, nama latin F. margarita, lalu kucing liar Afrika, nama latin F. lybica, barulah kucing liar Eropa.

Berdasarkan pengamatan pada sisa dari kucing liar kecil, di mana banyak ditemukan di daerah Eropa. Didapatkan kesimpulan kalau kucing liar Eropa ini mungkin berasal dari keturunan spesies Felis Lunensis, di Villafranchian, 1 juta tahun lalu.

Ukuran

Dari segi ukuran, kucing Liar Eropa ini sedikit lebih besar apabila dibandingkan dengan ukuran kucing domestik rata-rata. Memiliki panjang 70 cm hingga 1 Meter (Terhitung ekornya).

Kucing ini mempunyai berat rata-rata 4 hingga 5 kg untuk yang jantan. Untuk yang betina antara 3,5 hingga 4 kg.

Massa tubuh tiap kucing ini berbeda-beda. Di mana massa tubuhnya tergantung dari musim. Jadi sama seperti yang terjadi pada mamalia yang lain.

Karakteristik

Karakteristik dari kucing liar Eropa antara lain mempunyai bulu dengan ciri-ciri tebal dan panjang. Bentuk kepala yang lebar. Untuk wajah terlihat relatif datar.

Kucing ini juga punya warna dasar kecoklatan / keabu-abuan. Dan mempunyai garis gelap / hitam yang terlihat jelas pada bagian leher, tungkai, kepala, dan sepanjang punggung mereka.

Yang terhubung pada garis punggung hitam, terlihat sedikit berbeda, dimulai dari antara tulang belikat, membentang hingga ujung tubuh (Bukan ekor).

Baca juga:  Mengenal tentang Kucing Rex Devon Wajib Diketahui!

Untuk bentuk ekor kucing liar Eropa, silindris, mempunyai cincin hitam.  Ujung ekor yang berwarna hitam tebal. Dengan lebar 3,5 hingga 4 cm. Di mana ciri-ciri ini berlawanan dengan ciri-ciri dari kucing domestik yang bentuk buntutnya meruncing.

Kucing liar Eropa juga mempunyai baris gigi pipi lebih pendek. Ukuran gigi yang juga lebih kecil. Untuk ukuran moncongnya berukuran lebih lebar dibandingkan dengan ukuran moncong kucing liar Afrika.

Alasannya dikarenakan kucing liar domestik dan kucing liar Eropa kawin oportunistik. Jadi akan semakin sulit dalam membedakan mana kucing liar, dan mana yang hibrida bergaris, dengan tepat, kalau Cuma mengandalkan karakteristik morfologis saja.

Kucing ini mempunyai ukuran tengkorak yang lebih besar dibandingkan ukuran tengkorak kucing domestik. Kaki belakang yang pendek dan kuat. Bulu yang lebih tebal dibandingkan kucing domestik. Dengan begitu kalau dilihat sekilas kucing Wildcats ini terlihat lebih fluffy dan gagah.

Hibridasi

Walaupun begitu sudah terjadi hibridasi antara kucing liar Eropa dengan kucing domestik. Dengan begitu sulit untuk mendeteksi secara pasti analisis genetik hanya memakai satu metode tertentu saja.

Distribusi

Kucing liar Eropa di negara Belanda, ditemukan pada tahun 1999. Lokasi di kawasan dekat dengan Nijmegen. Kemudian pada tahun 2004 ditemukan di kawasan Brabant Utara. Spesies ini diperkirakan sudah menyebar dari negara Jerman.

Rhine adalah penghalang utama di negara Jerman, yang menjadi penghalang penyebaran populasi kucing jenis ini. Khususnya antara populasi yang berlokasi di kawasan pegunungan Eifel, Hunsrück pada sisi barat sungai, dan juga populasi di kawasan sebelah timur sungai. Terdapat jalan raya 6 jalur, yang menghambat penyebaran spesies ini.

Distribusi kucing liar Eropa di Swiss

Distribusi dari kucing liar Eropa terdapat di Swiss, tepatnya di kawasan pegunungan Jura. Terbagi-bagi menjadi tiga populasi, di mana di Italia terdiri atas satu pada bagian tengah, selatan negara tersebut.

Kemudian satu di kawasan pegunungan Alpen Timur, kemungkinan terkoneksi dengan populasi yang terdapat di Kroasia dan Slovenia. Satu-satunya populasi pulau Mediterania yang masih belum diperkenalkan yakni populasi Sisilia.

Habitat

Habitat dari kucing liar Eropa yakni pada hutan berdaun lebar. Selain itu juga dapat hidup pada hutan campuran.

Spesies ini menghindari kawasan pemukiman yang banyak orang.

Pada tahun 2009 pernah ada foto kucing ini, lokasi di Sisilia. Lalu pada tahun 2018 juga berhasil ditemukan pada lokasi sama. Dengan selisih waktu 10 tahunan ketika berhasil didapatkan potret kucing tersebut.

Makanan

Kucing liar Eropa memakan berbagai macam hewan kecil. Contohnya yang hidup di Eropa Barat, spesies kucing ini memakan tikus coklat, hamster, voles, voles air, dormice, hingga tikus kayu juga.

Baca juga:  Kucing Singapura: Kucing Terkecil di Dunia yang Wajib Diketahui

Terkadang spesies kucing ini berburu karnivora berukuran kecil. Contoh karnivora kecil yang diburu oleh kucing liar Eropa yaitu singgung Eropa, martens, musang kecil, cerpelai, rusa roe, rusa merah, chamois.

Untuk yang hidup di Carpathians. Kucing liar Eropa memiliki kebiasaan memangsa hewan yang berbeda. Karena habitat yang berbeda pula. Beberapa mangsa buruannya antara lain vole punggung merah utara, tikus berleher kuning, kelinci Eropa, dan vole pinus Tatra.

Sementara itu yang hidup di Transcarpathia, memangsa tupai, Galliformes, dan tikus. Kucing liar Eropa di Dnestr memangsa tikus air, microtus, dan burung. Kucing liar di Rawa Prut memangsa tikus coklat, tikus air, muskrat.

Untuk yang tinggal di rawa Prut ini, dari jenis burung yang dimakan, contohnya adalah bebek ferruginous, burung warbler, spooted crake, gadwall, dan Eurasian coot.

Ketika musim dingin di kawasan Moldavia. Kucing liar ini akan memangsa ikan dan burung. Pada musim panas akan berburu udang karang. Kucing liar yang hidup di daerah delta Sungai Kuban, memiliki makanan utama yang berbeda. Yakni unggas air, muskrat, tikus air, dan tikus coklat.

Di lain tempat, Kaukasus Utara, kucing liar memakan hewan kecil seperti dormice dan tikus, chamois muda, burung. Pada waktu-waktu tertentu kucing liar di Kaukasus Utara juga memakan rusa roe.

Kucing liar yang hidup di kawasan pantai laut Hitam, memakan kelinci, tikus, dan burung kecil. Walaupun untuk kucing liar yang hidup di daerah ini, makanan tersebut baru diperkirakan oleh para ahli.

Pernah juga ditemukan di sarang kucing ini, bulu elang ekor putih. Jadi kemungkinan itu juga merupakan makanannya. Di daerah Transacaucacia, kucing liar ini akan memakan voles, gerbil, reptil. Pada musim panas kucing liar berburu reptil dan burung. Pada musim dingin berburu kelinci dan tikus.

Kucing Liar Eropa
Kucing Liar Eropa

Kelangkaan

Kucing liar Eropa di sebagian besar dari negara Eropa sendiri, sudah masuk dalam kategori hewan langka. Memang spesies ini dilindungi oleh hukum, namun karena bentuk yang mirip seperti kucing liar, masih banyak masyarakat yang menembaknya.

Contoh di daerah dataran tinggi Skotlandia yang merupakan habitat kucing liar Eropa. Diperkirakan terdapat sekitar 400 ekor. Tepatnya pada tahun 2004.

Selain itu ancaman terhadap gen kucing liar Eropa ini yakni karena adanya kawin silang. Di mana banyak kucing ini yang kawin silang dengan spesies kucing liar lainnya. Sehingga anakannya menjadi berbeda dan ciri khas dari kucing liar Eropa mulai terkikis.

Sementara itu, di kawasan Spanyol dan Portugal, keberadaan kucing liar Eropa ini juga terancam karena adanya kawin silang tersebut. Selain itu ditambah dengan masalah habitat yang hilang.

Baca juga:  Fakta dan Mitos Menarik tentang Kucing Hitam Putih

Tahun 1990, populasi dari spesies kucing liar Eropa yang paling timur, di daerah Kaukasus, Moldova, dan juga Ukraina, terancam habitat yang terganggu. Dikarenakan pengrusakan hutan berdaun lebar.

Hanya terdapat sejumlah kecil saja kucing liar Eropa yang ditempatkan di kawasan yang dilindungi.

Institut kanker nasional US juga pernah melakukan penelitian. Di penelitian tersebut dinyatakan jika kucing liar adalah nenek moyang dari kucing rumah.

Bagaimana upaya konservasi yang telah dilakukan

Perlindungan terhadap spesies ini terdapat di dalam CITES Appendix II (Berne Convention on the Cons. Of European Wildlife & Natural Habitats). Selain itu juga dicantumkan dalam European Union’s Habitat & Spesies Directive.

Upaya konservasi di Skotlandia

Upaya konservasi juga dilakukan di Skotlandia. Tahun 2013 terdapat kelompok aksi konservasi kucing liar. Mereka mengembangkan rencana berupa aksi konservasi kucing liar di daerah Skotlandia.

Tujuan dari rencana ini yakni menetapkan kepentingan aksi nasional. Selain itu menekankan tanggung jawab dari badan-badan. Serta melakukan prioritas pendanaan untuk tujuan utama konservasi kucing liar Eropa.

Hal ini dilakukan antara tahun 2013 – 2019. Untuk yang mengkoordinasi implementasinya adalah Warisan Alam Skotlandia.

Upaya konservasi di Jerman

Tahun 2004, di Jerman ada Friends of the Earth Jerman. Mereka memulai proyek yang diberi nama Safety Net for the European Wildcat.

Tujuan proyek ini tidak lain untuk memperbaiki habitat kucing liar Eropa. Dengan cara menanam pohon dan semak. Sehingga kucing liar Eropa dapat hidup dan berkembangbiak. Karena area tersebut yang memang cocok untuk spesies kucing ini.

Bahkan kelompok ini juga mengembangkan peta rute kucing liar. Di mana di dalam peta tersebut digambarkan mengenai jaringan koridor 20.000 km atau 12.000 mil.

Tahun 2009 di negara Jerman juga dilakukan rencana aksi perlindungan kucing liar Eropa. Tujuannya yakni menggandakan wilayah hunian kucing liar Eropa ini. Selain itu menghubungkan populasi spesies ini di Jerman dengan berbagai negara tetangga, sampai dengan tahun 2019.

Penangkaran

Spesies kucing liar Eropa dikenal sebagai kucing yang tidak cocok dijadikan hewan peliharaan.

Di negara Inggris, ada rencana dari para konservasionis. Di mana mereka membuat program penangkaran tahun 2019. Tujuan dari program penangkaran ini yakni memperkenalkan lagi kucing liar Eropa pada alam liar, yang merupakan habitat asli mereka. Program ini direncanakan akan dilaksanakan beberapa tahun ke depan, yakni tahun 2022.

Referensi